NEWS

Mantan kapten sekaligus striker andalan Inter Milan dalam beberapa musim Mauro Icardi dikabarkan akan segera hengkang dari klub. Hal tersebut dikarenakan Icardi tak lagi masuk dalam skuad permainan Inter Milan pada kompetisi di musim depan. Hal itu juga sudah di konfrimasi oleh Antonio Conte yang mulai melatih Inter Milan pada musim depan. Conte tak memasukan dirinya lantaran tak cocok dengan gaya permainan yang di milikinya. Di tambah lagi perselisihan Icardi dengan pihak klub pada musim lalu yang membuat heboh para fans sehingga Bak kapten milik Icardi terpaksa di cabut oleh pihak klub.

Namun Mauro Icardi nampaknya tak perlu khawatir akan masa depannya. Dengan skill dan kemampuan yang di milikinya sudah banyak klub besar Eropa yang siap untuk mendatangkan striker berusia 26 tahun tersebut pada musim panas mendatang. Akan tetapi hingga saat ini tampaknya baik Icardi maupun pihak Inter Milan belum mengumumkan apapu terkait masa depannya di Inter Milan. Menurut kabar yang beredar Icardi tak ingin angkat kaki dari Stadion Giuseppe Meazza pada musim depan. Hal tersebut karena dirinya ingin membuktikan pada pihak klub bahwa dirinya mampu kembali menjadi yang terbaik bagi Inter Milan.

Memang berat bertahan bagi Icardi di tambah lagi sang pelatih juga sudah tak menginginkan dirinya lagi. Dan nampaknya dirinya akan segera di tukarkan pihak klub dengan Romelu Lukaku yang saat ini berada di Manchester United. Antonio Conte yang lebih memilih Lukaku ketimbang Icardi nampaknya akan melakukan segala cara untuk melakukan pertukaran tersebut. Di satu sisi Icardi juga akan mendapatkan tempat baru dan juga membuat Manchester United menjadi tim yang lebih baik karena sepertinya saat ini Manchester united kehilangan sosok striker. 

Tak hanya Manchester United, klub kaya asal Ligue 1 Paris Saint-Germain nampaknya juga berminat mendatangkan Icardi pada musim depan. Hal itu lantaran mereka harus segera mencari sosok pengganti Edinson Cavani yang sepertinya bakal meninggalkan klub pada musim panas mendatang. Icardi menjadi incaran Thomas Tuchel karena gaya permainan yang sangat cocok dengan kemampuanya dalam mencetak gol.